Tips Penempatan microphone Pada Drum Untuk Recording

Di bawah ini akan dijelaskan bagaimana cara penempatan mikrophpne yang tepat sebelum dilakukan perekaman/recording:

Snare

Snare yang baik akan menghasilkan suara yang baik itu pula, namun hal tersebut tergantung dari bahan, dan steman snare. Umumnya microphone yang dapat digunakan untuk merekam snare adalah microphone Shure Beta 57A, Josephson C42, Heil PR20, BeyerDynamic M201, dan lain-lain. Anda dapat menggunakan 2 microphone untuk merekam snare, 1 ditempatkan diatas dan 1 lagi dibawah.

  • Gunakan 3 mic (2 di atas, dan 1 di bawah). Untuk 1 mic atas untuk mendapatkan "attack" & "snappy" dan 1 mic lagi untuk mendapatkan"Body". 
  • Kedua mic tersebut kita ikat dengan selotip dengan posisi yang sama dan ditaruh dibawah hihat dengan kemiringan 45 derajat menghadap ke pusat SNARE (berlawanan dengan hi-hat) untuk meminimalkan spil / bocoran dari hi-hat.
  • Sedangkan untuk bottom snare anda dapat menggunakan dynamic microphone agar suara rattle yang terekam tidak terlalu tajam dan lebih natural daripada menggunakan condenser microphone. 
  • Dan jangan lupa membalikan phase untuk snare bawah karena arah penangkapannya yang berlawanan dengan microphones di atas.
Toms

Pada beberapa drum set terdapat banyak jenis tom yang dimilikinya, semua dari jangkauan tonal yang berbeda, biasanya drummer akan memiliki tom tonal tinggi, midle, dan tom low. Kadang-kadang anda akan menemukan drummer yang lebih beragam yang memanfaatkan beberapa tom semua disetel berbeda. Tapi pada studio recording biasanya cukup menggunakan 2 tom dan 1 floor saja. Microphone yang digunakan tidak jauh berbeda dengan microphone snare.

Anda juga dapat menggunakan 2 microphone untuk 1 tom, tapi 1 microphone juga sudah cukup, Posisikan microphone 45 derajat mengarah ke tengah skin.

Hi-Hat dan Ride

Anda bisa saja tidak menaruh microphone pada Hi-Hat atau Ride, dan suara terekam melalui overhead. Tapi sebaiknya gunakan chanel sendiri atau tetap merekamnya secara individual untuk Hi-Hat dan Ride (terpisah dengan overhead), hal itu juga akan memudahkan proses mixing. Hal pertama untuk merekam hi-hat adalah pemilihan hi-hat itu sendiri, hi-hat sangat rentan suaranya terekam terdengar kurang enak dan bersuara sangat tajam seperti kaleng. Gunakan hi-hat dan cymbal yang bagus, yang karakternya tebal dan tidak terlalu tajam.

  • Gunakan microphone ribbon agar transient-nya dapat terjaga dengan baik.
  • Posisikan microphone sekitar 20cm diatas hi-hat bagian luar. Tujuannya adalah supaya mengurangi spil/bocoran dari snare yang terhalang oleh hi-hat bagian dalam.
  • Ketinggian microphone pun diatur supaya suara overall hi-hat dapet direkam dengan baik.

Overhead

Mic positioning untuk overhead adalah hal yang paling penting untuk mendapatkan sound overhead yang bagus, selain itu ini juga akan sangat berpengaruh terhadap overall sound drum. Tujuan utama dari Overhead? ini adalah untuk mengambil seluruh suara piece instruments (namun lebih menitikberatkan pada cymbals) dan untuk menyatukan semua individual mic lainnya supaya suara semuanya terdengar sebagai 1 kesatuan. Anda dapat menggunakan microphone AEA R84, AKG C414, Oktava MC012, Marshal MXL series dan sebagainya.


  • Penempatan awal dimulai dengan mengikuti teknik dasar "3-to-1 Rule", yaitu posisi dasar penempatan 2 microphone dimana jarak antara mic 1 dengan mic 2 haruslah 3x dari jarak antara salah satu mic terhadap instrument (drums). Formula ini dibuat untuk menghindari masalah Phase/comb filter.
  • Pan microphone 1 full kanan dan mic 2 full kiri (dead Left dan Dead Right)
  • Check Phase, dengan cara membalikan phase dari salah satu mic. Jika suara yang terdengar menjadi berat ke kiri/kanan (out of phase), maka artinya posisi sebelumnya sudah betul.

Kick Drum

Untuk merekam kick, anda dapat menggunakan microphone seperti Sennheiser E602, SM57, AKG D112, Neumann KM184 atau R92 (ribbon microphone). Letak mik sangat berpengaruh terhadap suara yang dihasilkan, maka dari itu sering-seringlah bereksperimen dengan mengatur jarak mik dengan sumber bunyi.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal gunalkanlah dua buah mik, Microphone satu ditaruh di dalam untuk mendapatkan "attack" dari batter dengan baik kemudian letakkan mik yang kedua di luar(dekat dengan lubang sura pada head) untuk mendapatkan sound sub low.

Dalam penggunaan 2 microphone perhatikan juga tentang Phase (korelasi antara kedua microphone). Saat mendapatkan posisi yang dirasa enak (In-PHASE), coba lakukan check PHASE, dengan cara membalik phase dari salah satu microphone. Jika suaranya jadi aneh / lemah / low-nya ilang (Out-of-Phase), berarti posisi mic yang sebelum di balik phase-nya sudah benar.

Demikianlah tentang tata cara penempatan mik pada drum sebelum dilakukan recording. Untuk menghasilkan rekording terbaik perlu dukungan dari peralatan,skill operator, dan pemain drum.
Tag : recording
Back To Top