Cara Menyambung Kabel ke Soket Mic

Cara Menyambung Kabel ke Soket Mic

Kali ini Saya mendapati mik di Masjid dekat rumah tidak mengeluarkan suara, dan setelah saya periksa ternyata kabel yang dekat ke mic hampir putus.

Meski demikian suara yang keluar dari speaker TOA kadang-kadang masih keluar namun sesekali hilang. Akhirnya saya bawa ke rumah untuk diperbaiki. Ketika diperiksa, yang putus hanya bagian liar saja, sedangkan kable yang ada di bagian soket mic tetap utuh tidak rusak.


Tahap-tahap perbaikan:

1. Melepaskan Bagian luar soket dengan bagian dalam soket

Melepas soket mic

Caranya adalah dengan melonggarkan satu buah baud yang terlihat di soket menggunakan obeng plus. Setelah baud terlepas barulah menarik body luar soet hingga terlepas dari bagian dalam soket.


2. Melepas sisa kabel

Melepas kabel soket mic

Gunakan solder untuk melepaskan sisa kabel yang masih menempel pada titik-titik (Pin) penyolderan.


3. Mengupas kabel

Menyolder kabel soket mic

Kupas ujung kabel yang terhubung ke Jack, gunakan tang atau gunting kecil. Beri timah menggunakan solder masing-masing ujung kabel. Bila kabel stereo, gabungkan kedua kabel yang dibungkus dan disolder.


4. Menyambung kabel ke soket.

menyambung soket kabel mic ke pin

Pastikan anda sudah memasukkan kabel ke bagian soket yang sebelumnya dilepas. Patrilah ujung-ujung kabel yang sudah diberi timah ke pin yang ada pada soket dengan ketentuan:


Untuk kabel mic stereo:
Titik penyolderan soket mic stereo
  • nomor pin 1 adalah untuk netral yang disambung ke kabel serabut,
  • nomor pin 2 adalah untuk api atau + , disambung ke api yang disambung ke kabel yang terbungkus (kabel ini tersambung ke ujung jack)
  • dan nomor pin 3 adalah groung yang disambung ke kabel yang terbungkus lainnya.
 
 Untuk kabel mic mono:
Titik penyolderan jack akai mic
  • nomor pin 1 adalah untuk netral yang disambung ke kabel serabut,
  • Sedangkan pin1 dan pin 2 digabung dan disambungkan ke kabel yang terbungkus (kabel ini tersambung ke ujung jack)


Untuk lebih jelasnya mengenai proses pembetulan tersebut silahkan tonton Videonya sampai selesai.

Read More
Trik Mencegah Resonansi Snare Drum Dari Suara Alat Musik Lain

Trik Mencegah Resonansi Snare Drum Dari Suara Alat Musik Lain

Snare drum
Saat membeli snare drum merek apa saja tentu kita menginnginkan suara yang sesuai dengan keinginan kita. Kitapun tentu akan menyetel/menyetem Snare tersebut hingga suara yang dikeluarkan saat dipukul memakai Stik Drum menjadi lebih bagus.

(Baca juga: "Cara Menyetel / Tuning Snare Drum")

Namun setelah dipakai bersama dengan alat musik lain, contohnya saja saat kita di dalam studio musik atau panggung, snare kita ikut bersuara padahal tidak kita pukul. Hal ini tentu saja sangat mengganggu.

Biasanya suara itu berasal dari per atau Snapy (Snare Wire /Strainer) yang letaknya di bagian bawah (bottom) kulit snare. Suara tersebutb muncul saat ada suara dari speaker gitar atau bass lalu menggetarkan per tersebut (peristiwa ini disebut resonansi).

Snare drum biasanya berukuran 10″ sampai 15″, tetapi yang biasa nya digunakan adalah ukuran 14″. Di bawah snare drum terdapat kawat-kawat  berbentuk spiral atau biasa disebut Snare Wire /Strainer.  Jika bagian atas snare (Head) dipukul maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara ‘memukul’ kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.

Per ini memang akan bergetar dan memukul kulit snare yang ada di bawah sehingga suara snare menjadi lebih nyaring. Namun itu seharusnya hanya terjadi saat stik drum dipukulkan ke kullit snare yang ada di atasnya.

Untuk mengatasi suara snare dari getaran snappy yang tidak diinginkan, maka perlu dillakukan satu trik sederhana. Caranya adalah dengan menempelkan isolasi besar / Lakban yang terbuat dari kain - biasanya dipakai untuk penjilidan, bukan plastik, karena bila menggunakan lakban yang berbahan plastik akan mudah robek.

Letakkan dua buah lakban melintang pada per/kawat snapy, ukur seperlunya. Kemudian coba bunyikan alat musik lain dengan agak keras, mudah-mudahan cara ini dapat mengatasinya. Biarpun menggunakan snare dengan harga "Generik" namun bila menggunnakan trikk ini maka suara snare anda akan mirip dengan yang mahal.

Agar lebih jelas silahkan lihat gambar di bawah ini:
snare drum yang sudah diberi lakban
Bagian bawah (Snapy) snare drum yang sudah diberi lakban
Read More
Contoh Settingan Efek Metal Zone Untuk Musik Dangdut

Contoh Settingan Efek Metal Zone Untuk Musik Dangdut

Efek Metal Zone
Artikel ini adalah tambahan dari posting saya sebelumnya dengan artikel yang berjudul "Contoh Setingan Efek Metal Zone Mt-2". Dalam artikel tersebut menerangkan tentang berbagai macam settingan untuk jenis musik tertentu seperti rock, metal dan lain lain, namun tidak terdapat setingan khusus untuk musik dangdut.

Kali ini saya akan membahas sedikit tentang settingan efek gitar metal zone untuk dangdut, setingan ini adalah berdasar pengalaman saja dan sebenarnya setiap settingan masing-masing orang berbeda menurut selaera. Saya posting ini berdasarkan permintaan dari salah satu pembaca yang bernama Muhammad Dzulfikri Haidla:

"Mas boleh minta ulasan setting metalzone buat aliran dangdut? Trimakasih sebelumx? "

Nah untuk menjawabnya saya akan coba menjelaskan di sini:


Setting Efek Gitar Metal Zone Untuk Dangdut

Pengaturan:
  1. High: di jam 12 (boleh kurang dikit)
  2. Low: di jam 3 lewat dikit. (kalo mo lebih low lagi. diputar sekitar jm 4an atau jm 5an, tapi suaranya Jadi muddy)
  3. Mid: di atas jam 12an sehingga akan mengeluarkan suara yang kesemutan.
  4. Mid frekuensi: di sekitar jm 5an.
  5. Distorsi: hampir max, tapi usahakan jangan sampai full.
  6. Level: disesuaikan dengan kebutuhan yakni dengan membandingkan suara diefek dan tidak, jangan sampai berjauhan.
CatatanKnop efek ini sangat sensitiv sehingga diputar sedikit saja pengaruhnya sangat besar. Suara yang dikeluarkan tergantung jenis/merek gitar, amply/speaker dan pick up yang digunakan.
Read More
Profil Pee Wee Gaskins

Profil Pee Wee Gaskins

Pee Wee Gaskins

  • Nama lain: PWG, Peskins, Pee Wee
  • Asal: Jakarta
  • Genre: Synthpunk, Melodic Punk, Pop Punk
  • Tahun aktif: 2007 - Sekarang
  • Label: Kurd Records (2008), Variant Records (2009–2010), Alfa (2010–sekarang)
  • Artis terkait: Killing Me Inside, Rocket Rockers
  • Situs web: www.inheritpoppunk.com
  • Anggota: Alditsa "Dochi" Sadega, Fauzan "Sansan", Harry "Ayi" Pramahardhika, Reza "Omo" Satiri, Renaldy "Aldy" Prasetya
  • Mantan anggota: Andhika "Tlor"
Pee Wee Gaskins adalah grup musik asal Jakarta yang resmi terbentuk pada tahun 2007. Hingga saat ini, formasi Pee Wee Gaskins yang belum mengalami perubahan mayor terdiri atas Dochi Sadega (Bass/Vocal), Sansan (Guitar/Vocal), Omo (Synth/Keys/Sample/Vocal), Aldy Kumis(Drum), dan Ayi (Guitar/Back Vocal). Mantan anggotanya adalah Tlor (Bass), dia keluar dari Pee Wee Gaskins setelah seminggu mereka merilis album pertama mereka, lalu posisi Tlor diganti oleh Ayi. Sampai saat ini mereka merilis 2 album dan 3 mini album.

Para penggemar band ini biasa disebut Dorks, Dorkzilla, maupun Tatiana. Namun, mereka juga dibenci oleh sebagian orang yang disebut Anti Pee Wee Gaskins, atau sering disingkat APWG, atas alasan yang tidak jelas.

Nama Pee Wee Gaskins sendiri berasal dari nama julukan seorang pembunuh berantai asal Amerika Serikat, Donald Henry Gaskins. Awalnya Dochi dan Sansan menginginkan nama yang terkesan kejam dan memutuskan untuk mencari nama pembunuh berantai. Merekapun menemukan nama 'Pee Wee Gaskins' dan menganggap nama tersebut lucu dari luar tetapi menyimpan sisi kejam di dalamnya.


Formasi
  • Alditsa "Dochi" Sadega — vokal, bass (2007-sekarang)
  • Fauzan "Sansan" — vokal, gitar (2007-sekarang)
  • Harry "Ayi" Pramahardhika — gitar, backing vocal (2008-sekarang)
  • Reza "Omo" Satiri — synthesizer, piano (2007-sekarang)
  • Renaldy "Aldy" Prasetya — drum, perkusi (2008-sekarang)

Mantan Anggota
  • Andhika "Tlor" - bass (2007-2008)

Diskograf
  • Stories From Our High School Years (2008)
  • The Sophomore (2009)
  • Ad Astra Per Aspera (2010)
  • You And I Going South (2012)
  • The Transit (2013)
  • Extended Play (2014)

Read More