Komputer Untuk Home Recording

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul  "Alat pendukung Studio Recording Sederhana", kali ini yang dibahas adalah khusus yang berhubungan dengan komputernya saja. Dengan komputer maka proses perekaman akan semakin mudah karena semuanya menggunakan teknologi digital, Semua mulai dari tunner, pemilihan fx guitar maupun bass, drum, editing, mixing, mastering dapat dilakukan hanya dengan satu komputer. untuk melakukan kegiatan itu semua akan memberatkan kinerja processor, ram, maupun hardisk Oleh karena itu agar komputer dapat bekerja dengan baik sebaiknya komputer yang digunakan memiliki speksifikasi yang baik.

Bila anda belum memiliki komputer yang High end maka anda dapat pula memulainya dengan spesifikasi yang biasa dulu lalu lambat laun ditingkatkan ke yang lebih baik seperti yang dijelaskan di bawah ini:
  • Processor: intel celeron p4 1,8 ghz, Ram: SDRAM 256mb, Hardisk: ATA 40 gb, Soundcard: onboard (akan lebih jauh dibahas di poin 2).
  • Processor: intel pentium D 3ghz, Ram: ddr2 2gb, Hardisk: SATA 80 gb 7200rpm, Soundcard: Sound Blaster 7.1.
  • Processor: intel dual core 2,66ghz< Ram: ddr2 2gb, Hardisk: SATA 250 gb 7200rpm, Soundcard: ESI Juli@ PCC 192khz 24bit
Soundcard / conveter / audio interface   

Dalam bahasa Indonesia Soundcard berarti  kartu suara, secara umum dapat diartikan pula Soundcard adalah suatu komponen yang terdapat dalam PC yang bertugas untuk menunjang fungsi suara dalam PC multimedia. Sound card merupakan periferal yang terhubung ke slot ISA atau PCI pada motherboard, yang memungkinkan komputer untuk memasukkan input, memproses dan menghantarkan data berupa suara. Seperti halnya VGA card, sound card pun memiliki beragam bentuk, macam dan jenis.

Fungsi soundcard adalah sebagai synthesizer, sebagai MIDI interface, pengonversi data analog ke digital (misalnya merekam suara dari mikrofon) dan pengkonversi data digital ke bentuk analog (misalnya saat memproduksi suara dari spiker). Dan biasanya terdapat pada komputer-komputer yang bercirikan Multimedia. Sedangkan cara pengangkutan suara biasanya menggunakan tiga cara, yaitu :
  1. Melalui teknologi frequency modulation (FM) atau Sintesa lewat FM adalah cara yang paling efektif untuk menghasilkan suara yang jernih. Suara disimulasikan dengan menggunakan bilangan algoritma untuk menghasilkan sine wave, alias gelombang yang lentur sehingga menghasilkan suara yang mirip suara sumber aslinya. Misalnya, suara denting gitar akan disimulasikan dan hasilnya akan mendekati suara asli.
  2. Cara wavetable adalah merekam suara yang tersimpan pada chip kartu suara, dan meneruskannya ke speaker.
  3. Synthesizing secara fisik berarti suara disimulasikan melalui prosedur programming yang kompleks.

Cara Kerja Soundcard:
  • Ketika anda mendengarkan suara dari sound card,data digital suara yang berupa waveform .wav atau mp3 dikirim ke sound card. Data digital ini di proses oleh DSP (Digital Signal processing : Pengolah signal digital) bekerja dengan DAC (Digital Analog Converter :Konversi digital ke Analog ). Mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog, yang kemudian sinyal analog diperkuat dan dikeluarkan melalui speaker.
  • Ketika anda merekam suara lewat microphone. suara anda yang berupa analog diolah oleh DSP, dalam mode ADC ( Analog Digital Converter : Konversi analog ke digital). Mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang berkelanjutan. Sinyal digital ini simpan dalam format waveform table atau biasa ditulis Wav(wave) dalam disk atau dikompresi menjadi bentuk lain seperti mp3.
Beberapa sound engineering menyebut soundcard dengan nama CONVETER ataupun AUDIO INTERFACE karena belum tentu sebuah CONVETER ataupun AUDIO INTERFACE berupa "kartu" yang dipasang di motherboard pada cpu komputer, karena saat ini CONVETER atau AUDIO INTERFACE ada yang berupa box, mixer dan lain-lain (soundcard eksternal). Di sini digunakan kata soundcard untuk mempermudah penjelasan.

Di sebuah soundcard ada beberapa lubang (untuk soundcard onboard maupun multimedia diberi warna yang berbeda untuk membedakannya), lubang-lubang tersebut mempunyai fungsi masing-masing.

Untuk soundcard onboard dan multi media contohnya sound blaster audigy dll banyak sekali kekurangan kekurangannya (untuk belajar mungkin masih bisa dipakai, namun bila ingin serius dan ingin hasil yang lebih memuaskan, tidak disarankan memakai soundcard2 tersebut).

Kekurangan sound card tersebut adalah:
  1. Kualitas untuk merekam suara kurang bagus, banyak nya noise yang sudah pasti mengalahkan suara yang ingin anda rekam. biasanya soundcard onboard hanya bisa merekam maksimal 16bit), coba saja dibandingkan dengan soundcard yang memang di tujukan untuk spesialis rekaman yang bisa merekam maksimal 24bit bahkan 32bit!. sample rate? biasanya soundcard onboard mempunyai sampling rate yang kecil, 44,1Khz, walaupun ada yang lebih seperti 48Khz namun tetap saja soundcard tersebut tidak disarankan untuk dipakai rekaman).
  2. Latency, atau beberapa orang menyebutnya delay. walaupun bisa di akali dengan driver ASIO4ALL namun tetap saja masih terasa latencynya.
  3. Koneksi masih menggunakan jack 3,5mm Sedangkan instrumen musik pakai jack 1/4 atau kabel XLR atau kabel TRS. Walaupun bisa diakali dengan extention, namun belum tentu extention tersebut malah membantu, bisa saja malah membuat hasil rekaman anda semakin tidak bagus.
  4. Kualitas AD/DA converter yang tidak di peruntukan untuk rekaman professional
Untuk soundcard khusus untuk recording biasanya mempunyai speksifikasi yang berbeda-beda menurut kebutuhan. Jadi sebaiknya  anda bila anda akan membeli sebuah SOUNDCARD, CONVETER atau AUDIO INTERFACE maka sesuaikanlah dengan budjet dan kebutuhan. Semakin khz dan bit depth nya besar, akan semakin baik sample / materi yang anda rekam. (untuk soal colour dan lain-lain jangan segan-segan bertanya pada toko alat musik yang anda kunjungi)

Yang dimaksud dengan kebutuhan diatas adalah berapa channel IN PUT dan OUT PUT yang ada butuh kan (misalnya untuk merekam drum anda membutuhkan minimal 8 channel INPUT). Namun bila hanya untuk home recording / membuat studio dirumah atau kamar anda, 2 CHANNEL INPUT sudah lebih dari cukup. Untuk drum kita bisa memakai PLUGINS / VSTi seperti Addictive drum, Fxpansion BFD2, dan lain-lain.

Demikianlah Artikel tentang "Komputer untuk Home Recording" semoga dapat menambah wawasan kita dalam recording.
(sumber: forum musiktek, dari berbagai sumber)
Tag : recording
0 Komentar untuk "Komputer Untuk Home Recording"

silahkan berkomentar dengan kata-kata yang sopan, dilarang menyertakan link aktif, setiap komentar mungkin tidak akan langsung dibalas karena Saya tidak selalu online, terimakasih atas kunjungan anda.

Back To Top